Ulasan Villainess Level 99

Ulasan Villainess Level 99, Tengadah langit pada senja hari, lihatlah bagaimana sinar matahari menyapu jingga keemasan di ufuk barat. Begitu pula dengan “Villainess Level 99: Anime Dengan Karakter Utama Cewek”. Seakan menggambarkan sehelai senja yang memikat, cerita ini membawa penonton melalui hamparan alur yang tak terduga. Dalam sinopsis yang menjelma menjadi alur menawan, kita diperkenalkan pada Eumiella, seorang gadis dengan kedua belas kata di namanya dan semangat yang melonjak lebih tinggi dari embun pagi.

Bagaimana jadinya jika hidupmu berubah tiba-tiba? Inilah yang sedang dirasakan oleh Eumiella. Dalam lingkup waktu yang tak terduga, dia berpindah dari kehidupan seorang mahasiswi Jepang menjadi karakter dalam sebuah game otome dengan elemen RPG.

Bukan hanya karakter sembarangan, Eumiella adalah sosok bos tersembunyi yang hanya muncul saat pahlawan dan peminat-peminat cinta telah membuka pintu akhir cerita. Cerita ini seakan meretas konvensi yang dikenal, seperti senja yang berubah menjadi malam, menghadirkan kejutan yang menggelitik di setiap tikungan.

Ulasan Villainess Level 99

Eumiella di Ulasan Villainess Level 99 adalah bintang dalam cerita ini, seorang gadis yang penuh kesadaran dan sekaligus penuh kebingungan. Perpaduan ini seolah membuatnya menarik untuk diikuti. Setelah menyadari situasinya, Eumiella mengembangkan rencana ganda: dia akan memastikan dirinya cukup kuat untuk tidak tumbang, dan dia akan menghindari sorotan saat mencapai inti cerita utama game untuk menghindari pemicu pertarungan dengan bos tersembunyi.

Namun, seiring waktu berjalan, kedua rencana ini gagal dengan gemilang. Eumiella melatih dirinya dengan semangat yang berlebihan, mengantarkannya pada level 99 yang tak pernah terdengar sebelumnya. Keahliannya yang luar biasa ini mencurigakan sang pahlawan dan para peminat cintanya.

Mungkin Anda sudah akrab dengan pola yang tergambar di sini, seperti senja yang terus berubah menjadi malam yang penuh misteri. Namun, pesona dari cerita ini terletak bukan pada pola yang sudah melekat, melainkan pada Eumiella itu sendiri.

Ia bukanlah karakter yang berlebihan dalam emosi, bahkan reaksi wajahnya (digambarkan dengan apik oleh nocomi) membuat orang di sekitarnya menjadi gelisah, sekaligus menjadikan dirinya sebagai titik pijakan dalam cerita. Setiap kali mereka mencurigainya sebagai sosok jahat, reaksi mereka seperti karakter dalam kisah biasa, namun Eumiella di Ulasan Villainess Level 99 tetap berdiri dengan wajah polosnya, membuat mereka terlihat seperti orang yang tidak waras.

Dia menyadari betul bahwa dia berada dalam dunia fiksi, dan dia menghadapinya dengan tenang, sementara yang lain terus berperan layaknya tokoh komik. Ini menciptakan kontras yang menarik. Namun, Eumiella tidak menyangka bahwa raja dan ratu akan merespons level gilanya dengan bijaksana.

Meskipun anak kedua mereka (salah satu peminat cinta sang pahlawan) tampaknya tidak menyadari bahwa mendapatkan dukungan dari seseorang begitu kuat adalah tindakan cerdas, raja dan ratu sadar akan hal ini. Mereka dengan cepat mengambil langkah untuk memastikan Eumiella tidak akan melawan kerajaan. Baik Eumiella maupun sang penulis cerita menolak untuk membawa arah cerita pada jalur di mana Eumiella menggantikan sang pahlawan.

Ceritanya Menarik

Pada tahap ini, terlalu dini untuk mengatakan apakah ini juga berarti menolak untuk menukar peran sang pahlawan dan penjahat wanita, suatu langkah yang membuat cerita ini semakin menarik, karena hal ini adalah hasil yang paling mudah dan diharapkan.

Tetapi, seperti malam yang menyimpan misteri bintang-bintangnya, Ulasan Villainess Level 99 ini juga memiliki titik rawan yang melekat pada genre yang diusungnya. Tidak bisa dipungkiri, tingkatan level adalah salah satu contoh yang paling mencolok. Namun, buku ini berhasil menghindari tampilan status yang sering kali mengganggu, suatu hal yang pantas disyukuri.

Ada juga pola lain yang tampil dengan begitu kuat, yakni pandangan bahwa rambut hitam dan mata hitam adalah sesuatu yang tidak biasa dan harus ditakuti. Penulis mencoba menjelaskan bahwa ini muncul karena penjahat wanita sebelumnya memiliki ciri-ciri ini, yang kemudian menimbulkan prasangka.

Meskipun demikian, penjelasan Ulasan Villainess Level 99 ini tetap terasa seperti upaya keras untuk menciptakan setting semacam Eropa palsu tanpa memahami beragam variasi warna yang ada, termasuk warna gelap, di Eropa, terutama jika Anda melibatkan Eropa Timur dan Asia Tengah. Hal-hal lain dalam cerita ini, meskipun sudah melekat pada genre yang sama, hadir dalam bentuk parodi yang menggelitik, seperti pertarungan sihir terang melawan gelap dan karakter-karakter yang cocok dengan peran pahlawan dan peminat cinta sang pahlawan, meski demikian, semua ini juga berfungsi sebagai penyegaran dalam genre yang sudah melekat.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, adaptasi manga dari Ulasan Villainess Level 99 adalah sebuah kesenangan tersendiri. Cerita ini mungkin tidak menyuguhkan kejutan besar dalam penulisan dan penggunaan unsur-unsur khas genre, namun semuanya diolah dengan baik sehingga cerita ini patut dinikmati, terutama jika Anda adalah penggemar isekai dengan penjahat wanita sebagai tokoh utama.

Dengan terbitnya manga ini oleh One Peace Books, kini baik novel ringan asal (dari J-Novel Club) maupun manga sudah tersedia, sehingga Anda dapat bersiap untuk anime yang akan datang (pada saat penulisan ini) dengan cara yang Anda sukai.

Tentu saja, cerita ini juga sangat layak untuk dinikmati sendiri melalui bacaan. Seakan malam yang memikat dengan keindahannya, demikian pula “Ulasan Ulasan Villainess Level 99: Anime Dengan Karakter Utama Cewek” menghipnotis dengan pesona narasinya yang tak terduga.