Tony Ferguson

Tony Ferguson, berbicara tentang pesona luar biasa di dalam oktagon, juara kelas ringan UFC, seperti magnet yang menarik perhatian para penggemar dan media. Belakangan ini, Ferguson menceritakan keterampilannya yang menakjubkan dalam pelacakan beruang yang berkelok-kelok di sekitar fasilitasnya di Big Bear, California.

Seakan ingin membuktikan kemahirannya, ia bahkan menunjukkan pisau pilihannya yang menjadi bukti nyata dari kepandaiannya di alam bebas.

Itu bilah dan nuansa,” demikianlah kata-kata Tony Ferguson yang mengulangi slogannya yang khas.

Tony Ferguson Punya Kepribadian yang Kontroversi

Sorotan publik juga tidak luput dari kehidupan pribadinya yang sempat diterpa kontroversi. Cerita tentang insiden kecelakaan akibat mengemudi di bawah pengaruh alkohol di jalan-jalan Hollywood, California, mencuat dan membuatnya mendapatkan perhatian media. Tentang hal itu, Tony Ferguson dengan tegas berjanji bahwa segala tuntutan hukum dan masalah yang timbul akan dihadapinya dengan tanggung jawab.

Namun, kesan tentang kehidupan pribadi Tony Ferguson tampaknya terhempas oleh kegigihannya dalam mencari tantangan di dalam dan di luar oktagon. Ia memilih untuk menghadapi Bobby Green dalam pertemuan UFC 291 sebagai bentuk penghargaan kepada para penggemarnya. Green sendiri adalah seorang veteran yang handal, terkenal dengan keterampilan tinju terbaiknya di UFC.

Sebelumnya, Ferguson dan Green menjalin hubungan yang ramah dan santai. Namun, semuanya berubah ketika Green memutuskan untuk mengiriminya pesan pada Hari Ayah.

“[Dia mengirim sms], ‘Apakah ini El Cucuy?’” kata Ferguson, lalu berhenti sejenak, membiarkan efek dramatis meresapi suasana. “Selamat Hari Ayah,” begitu jawab Ferguson.

Sungguh menarik melihat bagaimana hubungan yang awalnya hangat berubah menjadi terasa tegang. Ferguson menyadari perubahan sikap Green saat berpapasan di lobi. Ekspresi Green yang tadinya ramah berubah menjadi kaku, seakan melihat sesuatu yang menakutkan, seperti penunggang kuda kematian keempat.

Pertarungan Melawan Green

Pertarungan melawan Green menjadi sangat penting bagi karier Tony Ferguson. Skid lima pertarungan terakhirnya menjadi ujian seberapa kuat tekadnya untuk bangkit dan menunjukkan kualitasnya sebagai petarung. Meskipun dihantam masalah di luar arena pertarungan, para penggemar setianya tetap mencintainya dan mendukungnya sepenuh hati.

Saya ingin menang,” tegas Tony Ferguson, menyiratkan tekad dan keinginannya yang kuat untuk meraih kemenangan. Baginya, kalah bukanlah pilihan. Selama lebih dari 30 tahun, dia telah bersaing di berbagai olahraga dan mencapai level tertinggi. Meski mengalami kekalahannya, ia tidak merasa marah, namun lebih fokus untuk bangkit kembali.

Ferguson juga mengejar minat di luar oktagon, membuka jalan baru dengan melanjutkan pendidikan di Harvard Business School. Selain itu, sebagai seorang bapak dan suami, dia mengalihkan perhatiannya ke keluarga dan menjalani peran sebagai pelatih bagi para pejuang muda yang sedang naik daun.

Saat ini, selain pertarungannya dengan Green, Ferguson juga merasa tertarik dengan pertandingan lain di kelas ringan. Pertarungan antara mantan rekan manajemennya, Conor McGregor, dan Michael Chandler menarik perhatiannya. Begitu pula dengan pertarungan antara Nate Diaz dan Jake Paul, yang bisa menjadi duel menarik dengan banyak kemungkinan seru.

Ingin Melawan Khabib Nurmagomedov

Namun, satu hal yang selalu mengganjal di hati Tony Ferguson adalah pertarungan yang dia idam-idamkan, yaitu melawan Khabib Nurmagomedov. Meskipun pertarungan ini sudah tertoreh dalam lima kesempatan terpisah, Ferguson masih menganggapnya sebagai pertarungan paling epik yang belum pernah terjadi. Dia pernah merencanakan untuk melatih di The Ultimate Fighter melawan Nurmagomedov, namun rencananya itu tidak pernah terwujud.

“Saya melakukan semua yang saya butuhkan untuk mendapatkan Khabib kembali, tetapi dia melarikan diri seperti bajingan kecil. Jadi, persetan denganmu Khabib,” ucap Ferguson dengan nada penuh kesungguhan.

Walaupun mungkin pertarungan dengan Nurmagomedov tidak akan pernah terjadi, Ferguson tetap fokus pada apa yang ada di depannya. Dia merasa telah mencapai puncaknya dalam hidup dan semakin yakin akan kemampuannya. Dengan kembali fokus pada tujuan utamanya, dia siap menaklukkan tantangan di dalam dan di luar oktagon.

Dengan segala kepandaiannya dalam melacak beruang hingga keteguhan hatinya menghadapi tantangan hidup, Tony Ferguson adalah sosok yang menginspirasi dan patut diperhitungkan di dalam dunia MMA. Semoga dia terus menemukan kesuksesan dan meraih kemenangan demi kemenangan di atas ring.