Shin Kamen Rider

Shin Kamen Rider, sebuah film yang telah lama dinantikan oleh para penggemar tokusatsu di Indonesia, akhirnya hadir di tanah air. Bagi mereka yang masih awam dan belum terbiasa dengan istilah ini, tokusatsu adalah sebutan untuk film live-action atau serial televisi asal Jepang yang ditandai dengan penggunaan efek spesial yang cukup banyak dalam produksinya.

Review Dan Jalan Cerita Shin Kamen Rider (2023)

Kisah Shin Kamen Rider bermula dari karakter Takeshi Hongo yang diculik dan diubah menjadi Augment oleh organisasi teroris yang dikenal sebagai Sustainable Happiness Organization with Computational Knowledge Embedded Remodeling, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Shocker. Dalam usahanya untuk melarikan diri, Hongo berhasil berubah wujud menjadi Augment berbentuk belalang dan mengendarai sepeda motor sport bersama rekannya, Ruriko Midorikawa.

Namun, ancaman tidak berhenti di situ. Spider-Aug, sebuah Augment berbentuk laba-laba, terus mengejar mereka. Dalam pelariannya, Hongo berhasil melindungi Ruriko dan mereka berdua bersembunyi di kabin tersembunyi. Namun, keberadaan mereka terbongkar saat Spider-Aug berhasil menyelinap masuk dan membunuh Dr. Hiroshi Midorikawa, ayah Ruriko. Ruriko pun diculik oleh Spider-Aug, dan Hongo tak dapat duduk diam. Dengan menggunakan kekuatan Augmentasinya yang dijuluki Kamen Rider No.1, Hongo berhasil mengalahkan Spider-Aug.

Perjalanan Hongo dan Ruriko tak berhenti di situ. Mereka bertemu dengan Tachibana dan Taki, dua anggota pemerintah yang menawarkan keamanan dan informasi sebagai imbalan atas bantuan mereka dalam menghadapi Shocker. Ruriko mengungkapkan bahwa Shocker adalah sebuah organisasi jahat yang memanipulasi manusia yang putus asa. Namun, Ruriko merasa takut dengan kekuatannya sendiri dan ragu untuk terlibat dalam pertempuran.

Dalam perjalanan mereka, Hongo dan Ruriko menghadapi berbagai agen Shocker lainnya, seperti Bat-Aug (Aug Kelelawar), Scorpion-Aug (Aug Kalajengking), Bee-Aug (Aug Lebah), dan Chameleon-Aug (Aug Bunglon). Mereka pun akhirnya mengetahui bahwa musuh utama mereka di Shocker adalah kakak Ruriko sendiri, Ichiro Midorikawa, yang merupakan petinggi dalam organisasi tersebut. Ichiro mengirim Hayato Ichimonji untuk melawan Hongo.

Namun, keadaan berubah ketika Ruriko berhasil memrogram ulang Hayato Ichimonji dari cuci otak Shocker. Namun, kebahagiaan mereka tidak bertahan lama. Ruriko tewas dalam pertarungan melawan Chameleon-Aug, dan Ichimonji berhasil membunuh Chameleon-Aug sebagai pembalasan. Hongo, yang penuh dengan amarah, pergi untuk menghadapi Ichiro. Namun, dia terjebak dan dikejar oleh 11 Batta Augment. Untungnya, Ichimonji datang untuk membantunya. Ichimonji pun menyebut dirinya sebagai Kamen Rider No.2 dan menjadi mitra Hongo.

Banyak Adegan yang Mengejutkan

Setelah berhasil mengalahkan 11 Batta Augment, Hongo dan Ichimonji siap menghadapi Ichiro yang telah berubah menjadi Kamen Rider No. 0 dengan wujud kupu-kupu. Pertarungan pun berlangsung sengit, dan Hongo dan Ichimonji berhasil menghancurkan singgasana Ichiro yang merupakan sumber kekuatannya. Dalam saat-saat terakhir, Hongo menggunakan topengnya untuk berdamai dengan roh Ruriko yang telah mengorbankan nyawanya. Namun, upayanya menghabiskan semua kekuatannya dan dia pun pergi, meninggalkan Ichimonji sendirian.

Tachibana dan Taki memberitahu Ichimonji bahwa Hongo ingin dia melanjutkan perjuangan mereka. Ichimonji, saat menggunakan helm Hongo, dapat berkomunikasi dengan roh Hongo yang masih ada di dalamnya. Keduanya pun menjadi Kamen Rider No. 2+1 dan bersama-sama dengan Tachibana dan Taki, mereka melanjutkan misi mereka.

Kekecewaan dalam Ekspektasi

Sebagai seorang penikmat Kamen Rider, kehadiran Shin Kamen Rider di Indonesia seharusnya menjadi suatu momen yang ditunggu-tunggu. Namun, sayangnya, kehadiran film ini memberikan rasa kekecewaan. Meskipun disutradarai oleh Hideaki Anno, yang terkenal dengan karya-karyanya seperti Neon Genesis Evangelion, Shin Godzilla, dan Shin Ultraman, film ini terasa hanya ditujukan bagi mereka yang sudah familiar dengan konsep dan ide di balik Kamen Rider.

Dalam Shin Kamen Rider , Anno terlihat sangat serius dalam menggarapnya. Ia berusaha dengan sebaik-baiknya untuk menghadirkan versi yang sesuai dengan seri aslinya yang dirilis pada tahun 1971. Bahkan sebagian besar soundtrack dari seri aslinya juga dipertahankan dalam film ini. Efek visual yang ditampilkan juga terasa segar dan mampu memanjakan mata penonton. Kostum-kostum Augment yang diperlihatkan terlihat modern namun tetap mempertahankan nuansa retro yang melekat pada karakter Kamen Rider. Begitu pula dengan transformasi sepeda motor yang mampu melaju dengan kecepatan super cepat berkat knalpot turbonya. Pertarungan antara Kamen Rider dan Augment juga tak kalah menghibur dengan aksi yang menegangkan.

Namun, walaupun aksi-aksi dalam Shin Kamen Rider menarik, sayangnya eksekusinya masih belum memenuhi ekspektasi. Sebagai penggemar Kamen Rider, harapan untuk melihat pertarungan yang spektakuler dan aksi yang epik seakan tidak terpenuhi sepenuhnya. Meskipun Anno telah berusaha dengan maksimal, tetapi rasanya masih ada kekurangan dalam menyampaikan kesan yang kuat dalam setiap adegan.

Shin Kamen Rider (2023) tidak dapat memenuhi ekspektasi yang tinggi dari para penggemar. Film ini lebih cocok dinikmati oleh mereka yang sudah familiar dengan seri aslinya dan mengerti konsep yang ada di balik Kamen Rider. Bagi penonton yang awam atau belum memahami sepenuhnya dunia Kamen Rider, film ini dapat terasa membingungkan dan sulit diikuti. Kekecewaan dalam eksekusi cerita dan adegan yang tidak memadai menjadi salah satu poin yang mengecewakan dari film ini.

Dalam kesimpulan, Shin Kamen Rider (2023) Mengecewakan: Kekecewaan dalam Ekspektasi. Meskipun film ini menampilkan keseriusan dan keberhasilan dalam beberapa aspek, eksekusi cerita dan adegan masih belum mampu memenuhi ekspektasi yang tinggi. Film ini lebih cocok untuk penonton yang sudah familiar dengan Kamen Rider dan mengerti konsep di baliknya. Bagi mereka yang baru mengenal dunia Kamen Rider, film ini dapat terasa membingungkan dan sulit diikuti. Meskipun demikian, Shin Kamen Rider tetap menawarkan visual yang menarik dan pengalaman yang tak terlupakan bagi penggemar setia.