ONE Championship

ONE Championship, entitas yang tak kenal lelah dalam memberikan penghormatan kepada para petarung, telah menciptakan keajaiban dengan memberikan bonus fantastis senilai 50.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 750 juta kepada para bintang yang menampilkan performa luar biasa dalam setiap acara yang diadakan.

Keputusan Bos ONE Championship, Chatri Sityodtong, untuk memberikan bonus ini kepada mereka yang dianggap berjuang dan berkurban demi keunggulan mereka di dunia seni bela diri layak mendapat apresiasi yang luar biasa. Dalam sebuah langkah yang tak terduga, bonus senilai Rp 750 juta ini diserahkan langsung oleh CEO dan Chairman ONE Championship, Chatri Sityodtong, kepada para petarung yang telah menarik perhatian pada suatu event.

Chatri Sityodtong menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan penghargaan kepada perjuangan dan pengorbanan para seniman bela diri yang telah memberikan penampilan terbaik mereka di atas ring. Tidak hanya itu, keputusan untuk mengumumkan pemberian bonus secara langsung ketika petarung masih berada di atas arena bertujuan agar kebahagiaan dan emosi yang meluap dapat terekam secara langsung.

ONE Championship Selalu Mengapresiasi para Petarung

Secara umum, promotor olahraga memberikan bonus kepada penampil terbaik saat konferensi pers atau setelah seluruh acara selesai. Namun, ONE Championship melakukan sesuatu yang berbeda. Mereka memilih untuk memberikan pengumuman bonus tersebut langsung di hadapan para penggemar setelah petarung selesai bertarung. Hal ini dilakukan oleh Mitch Chilson selaku pembawa acara yang memberikan pengumuman tersebut dalam wawancara di atas ring.

Dengan pendekatan yang unik ini, ONE Championship memberikan kesempatan kepada penonton untuk merasakan kegembiraan yang dirasakan oleh para atlet saat mereka menerima bonus yang luar biasa ini. Chatri Sityodtong menjelaskan, “Kami memberikan bonus berdasarkan azas meritokrasi, dan dilakukan langsung di lokasi. Kami juga ingin agar fans bisa ikut merasakan pengalaman itu.”

Momen ketika bonus tersebut diberikan kepada Juara Dunia ONE Championship Anatoly Malykhin adalah salah satu contoh yang mengharukan. Anatoly Malykhin, dengan penuh rasa syukur, mencari Chatri Sityodtong di luar arena setelah menerima bonus senilai hampir satu miliar rupiah. “Bintang seperti Malykhin telah memiliki banyak uang, tapi mereka tetap bersyukur ketika mendapat bonus,” jelas Chatri.

Keberhasilan ONE Championship dalam menciptakan momen-momen yang mengharukan ini juga dialami oleh Rodtang Jitmuangnon di ONE Fight Night 10. Di acara pertama ONE Championship di Amerika, petarung yang dikenal sebagai manusia besi ini meraih bonus ganda dan langsung mendekati Chatri di luar arena.

Tidak hanya itu, atlet Indonesia juga pernah merasakan sensasi mendapatkan bonus yang besar. Salah satunya adalah Eko Roni Saputra, jawara gulat yang telah merajai PON selama tiga edisi beruntun. Setelah berhasil mengalahkan Yodkaikaew dengan kuncian heel hook pada ronde pertama, Eko Roni Saputra mendapatkan bonus senilai 50.000 dolar.

Profil BOS Chatri Sityodtong

Chatri Sityodtong, sosok di balik kesuksesan ONE Championship, adalah seorang pria dengan latar belakang yang luar biasa. Ia memulai perjalanan dalam dunia seni bela diri sebagai seorang anak di bawah bimbingan Kru Yodtong Senanan dari Sasana Sityodtong di Pattaya, Thailand. Dengan pengalaman yang mencakup lebih dari 30 pertandingan, Chatri, yang diberi nama ring Yodchatri Sityodtong oleh Senanan, adalah instruktur Muay Thai senior yang bersertifikat di bawah asuhan Senanan.

Tak hanya itu, Chatri Sityodtong juga memiliki pengalaman dalam Brazilian Jiu-Jitsu. Pada tahun 2005, ia mulai berlatih di Renzo Gracie Academy di New York City di bawah bimbingan Renzo Gracie. Ia berhasil meraih sabuk biru dan ungu di bawah bendera Renzo Gracie dengan bantuan Juara Dunia BJJ seperti Rafael Gordinho Lima dan Leandro Brodinho Issa. Pada tahun 2021, dengan restu dari Renzo Gracie, Alex Silva, Juara Dunia BJJ, memberikan sabuk coklat kepada Chatri.

Pada tahun 2019, Chatri Sityodtong dianugerahi tempat di Black Belt Magazine Hall of Fame, sebuah penghargaan yang mengakui prestasinya dalam dunia seni bela diri. Sebelum memulai karirnya dalam ONE Championship, Chatri memiliki pengalaman dalam dunia investasi sebagai seorang analis di Fidelity Investments, yang melibatkan berbagai industri. Ia kemudian bersama teman sekelasnya di Harvard, Yau Soon Loo, meluncurkan perusahaan rintisan berbasis di San Francisco bernama Nextdoor Networks, yang menyediakan infrastruktur e-commerce.

Sebagai seorang pengelola dana lindung nilai, Chatri Sityodtong juga pernah menjadi Managing Director di Maverick Capital, sebuah hedge fund senilai 12 miliar dolar AS. Pada tahun 2005, ia mendirikan Izara Capital Management, sebuah dana lindung nilai di New York dengan nilai 500 juta dolar AS yang didukung oleh Farallon Capital. Setelah sepuluh tahun di Wall Street, ia memutuskan untuk pensiun dan pada tahun 2008 mendirikan Evolve MMA, jaringan akademi bela diri terbesar di Asia.

Pada tahun 2011, Chatri Sityodtong mendirikan ONE Championship, yang saat ini ia jabat sebagai Ketua dan CEO. Dibawah kepemimpinannya, ONE Championship diakui oleh Forbes sebagai properti media olahraga global terbesar di Asia dan oleh Nielsen sebagai salah satu dari sepuluh properti media olahraga terbesar di dunia dalam hal jumlah pemirsa dan keterlibatan.

Dalam kesimpulannya, Bos ONE Championship, Chatri Sityodtong, sering memberikan bonus sebesar 750 juta rupiah kepada petarung yang tampil luar biasa. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan dan pengorbanan para seniman bela diri yang berjuang keras untuk tampil dalam performa terbaik mereka.

ONE Championship tidak hanya memberikan bonus itu secara konvensional, tetapi juga melakukannya secara langsung di atas arena laga untuk memastikan bahwa pengalaman emosional dan kebahagiaan para atlet dapat dirasakan oleh para penonton. Dengan demikian, ONE Championship tidak hanya menjadi wadah bagi pertarungan hebat, tetapi juga momen-momen mengharukan yang tak terlupakan.