Label Musik HYBE

Label Musik HYBE laukan terobosan mencengangkan untuk menghiasi industri musik K-pop! Label musik terbesar Korea Selatan ini, dengan penuh percaya diri mengejar batas-batas kemungkinan dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk menggabungkan harmoni suara penyanyi Korea Selatan dengan para penutur asli dari lima bahasa eksotis.

Dalam bulan Mei, mereka merilis lagu penyanyi fenomenal, MIDNATT, dalam enam bahasa yang berbeda: Korea, Inggris, Spanyol, Cina, Jepang, dan Vietnam. Langkah revolusioner ini, pertama di dunia, berpotensi memberi jalan bagi artis-artis yang lebih berani mengeksplorasi ragam bahasa.

Label Musik HYBE Ciptakan Musik Dalam 6 Bahasa

Berdasarkan sumber yang kami kutip, Label Musik HYBE berhasil menciptakan karya musik yang mencakup enam bahasa berbeda dengan bantuan teknologi AI yang telah mereka kembangkan. MIDNATT, nama panggung bagi Lee Hyun yang hanya sedikit fasih berbahasa Inggris dan Cina, merekam lagu “Masquerade” dalam setiap bahasa tersebut.

Lirik-liriknya dibacakan oleh penutur asli, lalu keajaiban terjadi ketika suara-suaranya dipadukan dengan mulus melalui bantuan teknologi AI canggih buatan HYBE. Dengan begitu, ia berhasil menciptakan karya yang menarik di hati para pendengar tanpa batasan bahasa menjadi halangan yang menghadang.

Teknologi canggih yang digunakan Label Musik HYBE dalam proses ini menggunakan pendekatan berbasis pembelajaran mendalam yang didukung oleh kerangka Analisis dan Sintesis Neural (NANSY) yang dikembangkan oleh Supertone. Cara ini membuat lagu-lagu tersebut terdengar lebih alami dibandingkan dengan metode konvensional.

Chief Operating Officer Supertone, Choi Hee-doo, menyatakan bahwa mereka memecah suara menjadi komponen-komponen yang berbeda, termasuk pengucapan, timbre, nada, dan volume. Bahkan, mereka telah berhasil menambahkan nuansa vokal yang lebih alami pada lirik bahasa Inggris dengan menggunakan teknologi AI mereka.

Tentu saja, para penggemar setia dan para pendengar pun tak kalah antusias menyambut kehadiran karya-karya ini. MIDNATT sendiri merasa sangat berbahagia dengan pemanfaatan AI dalam proses kreatifnya. Ia mengungkapkan bahwa AI telah memberinya “spektrum ekspresi artistik yang lebih luas.” Hal ini jelas memberikan kepuasan tersendiri bagi pencipta musik dalam berkreasi.

Jadi, tidak hanya para profesional, tapi juga populasi yang lebih luas akan merasakan manfaat dari teknologi AI dalam jangka panjang, seperti dikatakan oleh Valerio Velardo, Direktur The Sound of AI. Baginya, ini adalah terobosan yang akan menurunkan hambatan dalam menciptakan musik, mirip dengan apa yang telah dilakukan oleh Instagram dalam dunia gambar.

Teknologi AI Bukan Hal Baru

Meskipun teknologi AI dalam musik bukanlah hal yang baru, penerapan revolusioner yang dilakukan oleh Label Musik HYBE telah membuktikan bahwa ada banyak kemungkinan eksplorasi lebih dalam dalam dunia musik. Inovasi ini benar-benar menciptakan gelombang baru bagi para seniman untuk mengeksplorasi bahasa secara lebih luas dan memperkaya karya mereka.

Sebelumnya, beberapa penyanyi K-pop telah merilis lagu dalam bahasa Inggris dan Jepang selain bahasa Korea mereka. Namun, menerapkan teknologi baru ini untuk merilis lagu dalam enam bahasa secara bersamaan benar-benar sebuah terobosan global yang menjanjikan. Dengan demikian, para seniman yang lebih berani akan terdorong untuk berkreasi dengan bahasa-bahasa lainnya dan memperluas dampak musik mereka secara global.

Inovasi ini dihadirkan oleh Label Musik HYBE, telah berhasil menaungi beberapa artis ternama dalam industri K-pop. Dalam perjalanannya, HYBE juga telah melakukan beberapa akuisisi, termasuk diantaranya adalah perusahaan Supertone dengan nilai akuisisi sebesar 45 miliar won ($36 juta) pada bulan Januari.

Label Musik HYBE telah merencanakan agar teknologi AI yang digunakan dalam lagu MIDNATT dapat diakses oleh pencipta dan publik, namun hingga saat ini mereka belum memutuskan apakah akan membebankan biaya atau tidak. Keputusan ini tentunya akan menjadi penentu bagaimana teknologi AI ini akan meresapi dunia musik ke depannya.

Dengan akses yang lebih terbuka, para seniman akan semakin dimudahkan untuk menciptakan karya-karya musik yang lebih beragam dan inklusif, tak terkekang oleh batasan bahasa.

Sebuah Terobosan yang Bakal Berlanjut

Ketika kita memandang masa depan industri musik dengan pemikiran yang terbuka, terobosan seperti ini menimbulkan banyak pertanyaan menarik. Seberapa jauh kemajuan teknologi AI ini akan membawa dunia musik? Bagaimana hal ini akan memengaruhi eksplorasi artistik di masa mendatang?

Adakah batasan yang harus diperhatikan dalam penggunaan teknologi AI dalam musik? Semua pertanyaan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya membuka diri terhadap inovasi dan memperhatikan implikasi yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi AI ini.

Dengan semangat inovasi yang menggetarkan, para seniman dan pencipta musik di dunia K-pop kini telah memiliki “jendela luas” bagi bahasa lisan, tak lagi terbelenggu oleh batasan-batasan linguistik. Melalui perpaduan harmonis AI dan bakat bermusik, karya-karya luar biasa siap menyapa pecinta musik di seluruh penjuru dunia.

Label Musik HYBE telah membuka babak baru dalam dunia musik, dan dengan itu, eksplorasi tak terbatas bagi para seniman kini menjadi lebih memungkinkan. Semoga ini adalah awal yang spektakuler untuk revolusi musik dan kedekatan yang lebih dalam antara musik dan penggemar di seluruh dunia.

Dengan peran dominan Label Musik HYBE di industri musik K-pop dan teknologi AI yang semakin canggih, masa depan eksplorasi artistik yang tak terbatas telah diawali. Para seniman akan semakin terinspirasi untuk menciptakan karya-karya berani dan inklusif, merangkul pendengar dari berbagai latar belakang budaya dan bahasa.

Dengan menghapus hambatan bahasa, musik mengalir bebas melintasi batas-batas negara dan menghubungkan jutaan hati dalam sebuah harmoni universal. Label musik HYBE telah membuka jendela luas bagi perjumpaan bahasa, mewujudkan visi dunia musik yang semakin beragam dan menyentuh hati setiap individu.