Abyss World

Abyss World, sebuah game yang menawarkan pengalaman pertempuran yang memukau, telah bergabung dalam persaingan genre souls-like dan hack-and-slash. Sebelumnya, kategori ini telah dikuasai oleh studio-studio besar seperti From Software dan Capcom, yang telah menciptakan judul-judul legendaris seperti Bloodborne dan Devil May Cry.

Namun, Abyss Studio berhasil menciptakan dunia yang unik dan menggabungkan gaya bertarung yang terinspirasi dari Devil May Cry, membawa kita ke medan perang baru yang siap ditaklukkan. Melalui kesan yang luar biasa, Abyss World telah menetapkan dirinya sebagai salah satu game terbaik dalam versi alfa, dan hal ini menimbulkan antisipasi tinggi terhadap pengembangan lebih lanjut di masa depan.

Review dan Gameplay Abyss World

Dalam gameplay yang diuji pada versi demo, terdapat beberapa perbedaan dengan versi streaming yang ditampilkan. Meskipun tidak ada kesempatan untuk mencoba versi streaming, demo berhasil memberikan pengalaman yang sangat baik dalam memperkenalkan sistem pertarungan dan berbagai jenis musuh yang ada.

Sementara versi streaming menawarkan alur cerita lengkap dengan misi, pertarungan bos yang menantang, serta opsi penyesuaian tingkat kesulitan untuk menghadapi kecerdasan buatan (AI) lawan, demo lebih berfungsi sebagai tutorial dengan batasan waktu.

Demo ini memperkenalkan kita kepada berbagai jenis monster dan menunjukkan kecepatan dan kesulitan dalam pertarungan melawan bos. Terletak di dalam sebuah kastil bergaya abad pertengahan, demo ini memberikan batasan pada area yang bisa dijelajahi oleh pemain, di mana kita harus melawan gerombolan monster dan tentara yang menyeramkan.

Salah satu hal yang memukau dari Abyss World adalah tampilan grafisnya yang menakjubkan. Pemandangan yang disajikan oleh game ini saja sudah cukup untuk menghipnotis mata kita. Dunia yang tampaknya dikuasai oleh kejahatan dirancang dengan indah dan bergantung pada seorang prajurit terakhir, yang merupakan peran yang kita ambil, untuk berhadapan langsung dengan kejahatan ini.

Demo dengan brilian menempatkan pemain di tengah cakrawala yang penuh kerusakan dan reruntuhan yang tersebar di seluruh peta, menciptakan pengaturan yang sempurna untuk pertemuan epik ini. Selain itu, demo juga menyertakan teka-teki kecil yang harus dipecahkan untuk maju ke level selanjutnya.

Fitur menarik ini diharapkan dapat ditemukan dalam rilis lengkap game ini. Tingkat detail yang rumit dalam setiap level menciptakan keterlibatan yang luar biasa bagi pemain. Meskipun bukan satu-satunya alasan mengapa game ini begitu menarik, tingkat detail ini tentu saja turut berkontribusi pada daya tarik keseluruhan game ini.

Sistem Pertarungan Hack and Slash

Sistem pertarungan di Abyss World menghidupkan kembali sensasi yang menggembirakan yang telah lama hilang dari game-game sejak era kejayaan hack-and-slash pada tahun 2010-2016. Pada periode tersebut, game-game seperti God of War 3, Dante’s Inferno, dan Devil May Cry berhasil memikat para pemain dengan aksi yang memukau di platform PlayStation 3 dan Xbox 360.

Abyss World juga terinspirasi oleh mahakarya dari From Software yang menantang seperti Dark Souls 3 dan Bloodborne. Dalam penyatuan genre ini, Abyss World berhasil menggabungkan elemen terbaik dari keduanya menjadi satu sistem yang mengalir dan memuaskan. Gameplay yang menarik ini mampu menangkap kompleksitas pertempuran bos dari Dark Souls 3 dan kombo yang menyenangkan dari Devil May Cry, sehingga berhasil menciptakan semangat sejati dari genre RPG aksi.

Sistem pertempuran dalam Abyss World berfokus pada dua jenis serangan, yaitu serangan ringan dan serangan berat yang dipicu oleh kemarahan karakter. Serangan ringan memungkinkan pemain untuk melakukan kombo dua hingga tiga gerakan, sedangkan serangan berat yang dipicu oleh kemarahan memungkinkan kombo yang lebih kompleks dan memberikan kerusakan yang lebih besar.

Dari ayunan berat hingga serangan cepat, berbagai kombo yang bisa dilakukan dapat dengan cepat mengakhiri pertarungan atau bahkan menghancurkan musuh dalam hitungan detik. Di samping sistem pertarungan yang menarik ini, menghindar adalah suatu keharusan untuk meraih kemenangan. Namun, yang membuat Abyss World unik adalah sistem parry yang ada di dalamnya.

Dalam sistem parry ini, pemain bisa melakukan serangan balik dengan menghantam senjata mereka secara bersamaan dengan senjata musuh. Teknik ini umumnya ditemukan dalam game seperti Mordhau atau Chivalry, dan Abyss World berhasil mengadaptasinya dengan baik ke dalam gameplay mereka.

Penggunaan AI yang Menambah Keseruan

Selanjutnya, mari kita bahas kecerdasan buatan (AI) yang ada di dalam game. Seperti halnya dalam game-game souls-like atau RPG pada umumnya, kecerdasan buatan musuh haruslah diatur dengan baik untuk meningkatkan pengalaman bermain pemain.

Demo yang dirilis ini berhasil menjadi sebuah tutorial yang sangat baik, di mana pemain diperkenalkan dengan berbagai jenis musuh, mulai dari hantu dan tentara biasa hingga raksasa besar dan tentara jahat yang berubah bentuk. Kecerdasan buatan yang diterapkan pada musuh-musuh tersebut sangatlah brilian, di mana mereka dapat mendeteksi keberadaan pemain melalui suara dan mengikuti pola serangan tertentu.

Namun, waktu serangan musuh juga dapat bervariasi, sehingga sulit untuk menemukan momen yang tepat untuk melakukan serangan balik. Fitur cerdas lainnya dalam game ini adalah kemampuan musuh untuk saling merusak jika terjebak dalam pertarungan jarak dekat, memberikan kedalaman strategis yang menarik untuk pertempuran tersebut.

Sebagai kesimpulan, Abyss World dengan brilian menggabungkan gaya bertarung dari Devil May Cry dengan elemen souls-like yang menantang, sehingga menciptakan pengalaman bermain yang tak tertandingi. Meskipun ada beberapa aspek yang dapat diperbaiki, seperti mekanisme menghindar dan menangkis, hal tersebut tidaklah cukup untuk merusak keindahan dan daya tarik dari game ini.